5

12.29.2008

Kebiasaan Anak ‘Bermasalah’

Ringkasan dari :
How to Help Children with Common Problems
Karangan: Charles E. Schaefer, Ph.D & Howard L. Millman, Ph.D.

Sulit membedakan tingkah laku yang dianggap bermasalah pada anak dibandingkan pada orang dewasa. Tingkah laku bermasalah dibedakan dari derajatnya dan seberapa besar pengaruh buruknya pada anak, orang tua dan atau masyarakat. Jika masalah terjadi sangat sering atau sangat buruk maka konseling atau terapi dari tenaga profesional perlu dilakukan.

Tingkah laku dikatakan bermasalah, bila tidak sesuai dengan usia anak (misalnya, anak usia 8 tahun masih cengeng). Di samping itu semakin lama durasi suatu masalah akan semakin lama dan sulit pula penanganannya.



Di samping tingkat keparahan, persistensi dan resistansi masalah, ada tanda-tanda lain yang mengindikasikan anak mengalami kesulitan psikologis serius, seperti :
  1. Berlarut-larut; kecemasan yang terus-menerus, rasa takut, yang tidak proporsional dengan realitas.
  2. Tanda-tanda depresi; seperti menjadi apatis dan menarik diri dari orang lain.
  3. Perubahan suasana hati atau tingkah laku anak yang tiba-tiba tidak seperti biasanya. Contohnya, anak yang biasanya periang, tiba-tiba berubah menjadi tidak mau berespon, asyik dengan dirinya sendiri dan membenci orang lain.
  4. Mengalami masalah tidur; seperti tidur terlalu banyak, tidak bias tidur, mimpi-mimpi buruk, malas bangun atau bangun terlalu dini.
  5. Masalah selera makan; kehilangan selera, kehilangan berat badan, makan berlebihan atau memakan makanan kotor, seperti tanah atau sampah.
  6. Masalah fungsi seksual; seperti promiskuitas, pamer, memperlihatkan kemaluan atau masturbasi.

Penelitian menunjukkan bahwa jika tingkah laku anak bermasalah, biasanya orang tua akan meminta nasihat dan bantuan pada sanak keluarganya terlebih dahulu. Berikutnya pada, guru, dokter, tokoh agama dan psikolog.

Peran Orang Tua sebagai Penolong
Orang tua dapat berhasil memecahkan masalah tingkah laku anak. Beberapa teknik yang dapat menolong anak bermasalah, diantaranya:
  1. Mengatur kembali jadwal harian anak
  2. Memberi imbalan bagi tingkah laku yang diharapkan
  3. Memberi dukungan pada anak
  4. Mengabaikan tingkah laku yang salah dengan tidak memberikan perhatian sama sekali.

Anak adalah individu unik, sehingga tidak ada formula sederhana dan berlaku universal untuk mengatasi masalah tingkah laku yang kompleks. Lebih bijaksana bila orang tua selalu berlatih agar lebih efektif dalam membantu anak. Dengan cara ini orang tua dapat menemukan cara kerja yang paling tepat khususnya untuk anak mereka.

Pada posting berikutnya akan membahas perilaku – perilaku anak yang didefinisikan bermasalah, seperti:
  1. Hyperactive (Definition & Causes)
  2. Hyperactive (Prevention)
  3. Hyperactive (How to do)
  4. Impulsive (Definition & Causes)
  5. Impulsive (Prevention)
  6. Impulsive (How to do)
  7. Short Attention Span-Distractible (Definition)
  8. Short Attention Span-Distractible (Causes)
  9. Short Attention Span-Distractible (Prevention & How to do)
  10. Selfish - Self Centered (Definition)
  11. Selfish - Self Centered (Causes)
  12. Selfish - Self Centered (Prevention)
  13. Selfish - Self Centered (How to do)
  14. Overdependent (Definition)
  15. Overdependent (Causes)
  16. Overdependent (Prevention)
  17. Overdependent (How to do)
  18. Insecure Behaviors (Introduction)
  19. Anxious - Worrier (Definition)
  20. Anxious - Worrier (Causes)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Subscribe